BINUS RISE ADAKAN GATHERING DAN SILATURRAHMI DENGAN MEDIA

Michael Wijaya Hadipoespito, Managing Director of RISE Indonesia

BINUS RISE INDONESIA mengadakan acara gathering dan silaturrahmi dengan awak media. Bertempat di TGI Fridays, Central Park Mall Tribeca Pav 2, puluhan awak media mendapat sambutan dan perkenalan dari management Binus Rise. Michael Wijaya Hadipoespito, Managing Director of RISE Indonesia dan Business & Project Manager Binus, Stella Lestari.
Pada kesempatan tersebut, Michael Wijaya Hadipoespito menjelaskan tentang program pembelajaran beserta sarana dan prasarana penunjang yang dapat memberikan daya tarik bagi peserta didik yang relatif masih berusia balita.
“Program-program yang ditawarkan RISE juga bersifat progresif, melepaskan diri dari tradisi pengajaran yang konvensional yang amat dibutuhkan pada abad ke-21 ini. RISE menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyeluruh, memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bereksplorasi dan berinteraksi, bukan hanya belajar dari buku cetak saja. Program pembelajaran bahasa Inggris di RISE sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa kini dengan menggabungkan semua prinsip-prinsip kunci yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang efektif”.
Di tempat yang sama, Stella Lestari.Business & Project Manager Binus, menjelaskan: “Dalam kurikulum RISE, kami mengembangkan potensi berkomunikasi dan berpikir anak yang akan berkontribusi tinggi terhadap masa depan negara ini, juga dunia. RISE tidak bisa mengesampingkan pentingnya kemampuan mereka untuk saling terhubung, untuk menyelesaikan masalah dan memimpin”.
Kurikulum Rise yang digunakan dalam pembelajaran di Bina Nusantara (Binus) ini, adalah metode pengajaran yang dikembangkan di Harvard University, Amerika Serikat. Kurikulum ini menggabungkan konten pembelajaran lingkungan belajar, dan pendekatan pembelajaran yang tepat bagi anak-anak agar dapat belajar bahasa Inggris dengan efisien. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, yang menyatakan bahwa bahasa Inggris adalah “essential language of commerce and society”, yaitu menekankan peran bahasa Inggris sebagai bahasa yang penting di kehidupan zaman sekarang.
Terdapat empat prinsip yang digunakan dalam sistem pembelajaran RISE. Pertama, oral language yang dibutuhkan sebagai landasan dan pintu gerbang untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis yang efektif. Kedua, strong reading and writing skills, dibutuhkan oleh anak untuk siap menghadapi paparan topik dan ide-ide yang kompleks. Ketiga, speaking, listening, reading and writing skills, diajarkan kepada anak melalui penggunaan dan praktek sehari-hari. Keempat, student engagement, digunakan sebagai inti dari pembelajaran 21st century language-learning.
RISE menyuguhkan pengalaman belajar yang interaktif and berbasis teknologi menggunakan kurikulum yang telah dipakai di banyak sekolah terkemuka di Amerika Serikat dan juga negara-negara lainnya seperti China, Korea, Hong Kong, Jepang, Thailand, dan Saudi Arabia. Kurikulum RISE fokus pada 5 kunci utama dalam perkembangan anak, yaitu komunikasi, pengembangan konsep, pola pikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas.
“Kami bangga kepada mereka yang telah melakukan banyak hal untuk berkembang bersama sebagai bagian dari RISE Indonesia. Banyak pertanyaan tentang parenting dan saran dalam mendidik, yang tentunya RISE dengan senang hati akan selalu terbuka untuk bekerja bersama dalam menciptakan lingkungan belajar terbaik di RISE maupun di rumah,” kata Stella Lestari.
Setelah dialog dengan penuh keakraban, awak media kemudian diajak melihat-lihat tempat pembelajaran dan menyaksikan suasana belajar mengajar di di Binus Rise Indonesia, yang terletak di kawasan Mall Taman Anggrek.