DR. H. AJIEP PADINDANG SOSIALISASI PILAR KEBANGSAAN DAN RDP BERSAMA TOKOH PEMUDA SULSEL

Dr. H. Ajiep Padindang SE. MM; anggota MPR-DPD RI dari Sulsel saat acara Sosialisasi Pilar Kebangsaan di Makassar

Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan, Dr. H. Ajiep Padindang SE. MM; dalam pengabdiannya sebagai salah satu anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI melakukan Sosialisasi Pilar Kebangsaan dan Dengar Pendapat Dengan Masyarakat di Kota Makassar pada tanggal 9 & 10 Februari 2018.
Acara Sosialisasi Pilar Kebangsaan dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan 150 peserta dari segment Tokoh Pemuda dari 3 Kabupaten kota yaitu utusan Kota Makassar, Maros dan Gowa. Segment Pemuda tersebut merupakan para aktifis Pekerja Sosial yang tergabung dalam Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejateraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Utusan Karang Taruna.
Saat Menyajikan Materi pada kegiatan Sosialisasi Pilar Kebangsaan Dr. H. Ajiep Padindang menguraikan berbagai hal yang terkait dengan fenomena sosial kemasyarakatan dan sosial politik yang berkembang dan menjadi isu nasional, khususnya di Media Sosial, TV, Berita Online dan Media Cetak.
“Berbagai hal masalah sosial dan politik di negeri ini telah menjadi berita dan di konsumsi oleh ruang publik dari berbagai media. Bila masyarakat tidak mampu mengelola informasi tersebut dengan baik; melalui cek and ricek maka bisa menjadi berita hoaks dan dapat diterima langsung oleh masyarakat. hal seperti inilah salah satunya yang dapat memicu pergolakan sosial dan politik di tengah-tengah masyarakat, terlebih lagi tahun 2018 dan 2019 yang menjadi tahun politik”.
Selanjutnya Dr. H. Ajiep Padindang memberikan solusi bahwa Pemuda yang menjadi pekerja sosial dan bersentuhan langsung dengan masyarakat harus mengambil peran startegis untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang berbagai issu yang berkembang dan diterima oleh masyarakatat. Sebab bila ini terus dibiarkan menjadi konsumsi publik secara bebas dan tak terkendali bukan tidak mungkin menjadi salah satu pemicu terjadinya keresahan sosial yang dapat berujung pada komitmen ke-NKRI -an dan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an kita.
“Jadi seluruh kelompok masyarakat harus menjadi sosok yang solutif untuk menjaga Pilar Kebangsaan kita yang telah kita sepakati dan menjadi komitmen kita utk memelihara, menjaga dan melestarikannya”, urai Dr. H. Ajiep Padindang.
Sementara pada tanggal 10 februai 2018 di Hotel Lamacca Makassar, Dr. H. Ajiep Padindang SE. MM; melakukan Dengar Pendapat Dengan Masyarakat selaku Anggota MPR RI bersama segmen Pemerhati Budaya dan kelompok Pemerhati Benda Pusaka se Sulsel yang dihadiri sekitar 150 orang peserta.
Kegitan tersebut mengangkat tema “Arah dan Tahapan Pembangunan SDM dan Penguasaan IPTEK”. Kegiatan ini dielaborasi dalam bentuk Dialog Budaya. tentang Pembangunan SDM dikaitkan dengan pembentukan karakter masyarakat yang menjadi salah satu pembentuk watak Bangsa Indonesia.
Pada Sambutan Pembukaannya dan Penyajian Materinya, Dr. H. Ajiep Padindang banyak menguraikan bahwa Karakter Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki keunggulan tersendiri, salah satunya adalah Pekerja Keras, Berani, Loyal dan Bertanggung Jawab.
“Pola Pikir, Sikap dan Perilaku masyarakat Sulsel tersebut sudah terbentuk sejak dini, karena budaya masyarakat yang membentuk karakter tersebut. Sehingga potensi ini dapat menjadi peluang bagi daerah dan negara utk menjadikan Sumber Daya Manusia yang berkarakter”, kata Dr. H. Ajiep Padindang.
Sementara Narasumber Lainnya pada Kegiatan RDP tersebut adalah Dr. A. Suriadi Mappangara. M. Hum. (Akademisi UNHAS dan Ketua Masyarakat Sejarah Sulsel). Pada Pemaparan Materinya, Suriadi Mappangara banyak menguraikan berbagai hal tentang Sejarah Masyarakat dan Pemerintahan masa lampau yang telah membentuk Karakter Masyarakat.
“Sejarah masa lalu telah membentuk Katakter masyarakat yang masih tercermin sampai saat ini. Hal ini menandakan budaya masyarakat teepelihara dengan baik dan masih relevan sampai saat ini. Untuk membentuk Karakter Masyarakat, maka salah satunya adalah Melalui Pendekatan Sejarah dan budaya”, ungkap Dr. A. Suriadi Mappangara. M. Hum.