dr. KARLIE HANAFI KALIANDA: PERLUNYA UU UNTUK PENGEDAR PCC

DR. Karlie Hanafi Kalianda, SH, MH, Komisi II DPRD Kalimantan Selatan

“Pengaruh PCC itu sangat berbahaya, utamanya bagi remaja, generasi muda kita,” kata dr. Karlie Hanafi Kalianda, SH, MH, anggota Komisi II DPRD Propinsi Kalimantan Selatan, saat diwawancara, di Jakarta, hari ini, 28 September 2017. “Zat dari obat itu menyerang saraf remaja, yang masih rawan, sehingga bisa menyebabkan hilang ingatan, bertingkah laku aneh hingga menyebabkan kematian”.

Untuk itu, dr. Karlie Hanafi Kalianda, yang sedang mengikuti Rakornis Partai Golkar, menghimbau kepada pihak yang berwenang untuk lebih mengawasi penjualan zat-zat yang bisa menimbulkan efek negatif bagi penggunanya. “Pembuatan bahan obat itu ditangan pihak yang mendapat izin usaha produksi. Tetapi PCC dan narkotija lainnya, biasanya dibuat oleh perorangan. Disinilah diperlukan perhatian dari penjual bahan farmasi terhadap pembelinya. Kalau penjual bisa mengetahui kepentingan pembelian bahan farmasi, tentu bisa dilakukan tindakan pencegahan terhadap kegiatan yang melakukan praktek pembuatan obat atau makanan yang mbahayakan”.

” Untuk itu diperlukan pula peranan orang tua, guru dan pihak berwajib, agar mengawasi konsumsi anak didik dan bahan yang diperjual belikan”.

dr. Karlie Hanafi Kalianda juga menghimbau kepada pihak Legislatif agar memberikan aturan hukum tersendiri, yabg tegas terhadap pengedar PCC: “Mungkin aturan hukumnya dikenakan seperti UU Psikotropika. Kalau bisa, pengedar PCC diberikan hukuman yang berat karena akibat dari peredaran obat itu, bisa merusak generasi muda!”