NAMTO ROBA ADAKAN SOSIALISASI DI HALMAHERA BARAT 

Halmahera Barat, kabarsenayan.com. — Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Utara, Ir. Namto Roba, SH, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VI Tahun Anggaran 2026 di SMK Bina Insani, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026, pukul 10.00 hingga 14.00 WIT, bekerja sama dengan SMK Bina Insani. Sosialisasi diikuti 150 peserta yang mendapat pemaparan mengenai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika serta Ketetapan MPR. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman.

Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber. Salah satunya datang dari Adelia, yang mempertanyakan alasan Pancasila disebut bersama NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika dalam konsep Empat Pilar. Menjawab pertanyaan tersebut, Namto Roba menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar dan ideologi bangsa yang tidak dimaksudkan untuk dipersamakan atau disejajarkan dengan tiga unsur lainnya. Istilah Empat Pilar, menurutnya, digunakan untuk memudahkan proses sosialisasi nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Pertanyaan serupa juga disampaikan Putri. Ia kembali menyoroti posisi Pancasila sebagai ideologi dan dasar bangsa dalam kaitannya dengan tiga unsur lainnya. Narasumber menegaskan pentingnya memahami Empat Pilar dalam konteks kehidupan berbangsa saat ini sebagai landasan membangun masa depan dan kemajuan daerah. Sementara itu, Benny mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik mengenai penunjukan figur publik sebagai duta Pancasila. Ia mempertanyakan alasan pemilihan figur publik dan mengapa tidak lebih banyak melibatkan tokoh yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang kenegaraan atau Pancasila.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa figur publik memiliki jangkauan pengikut yang luas. Pelibatan mereka dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk kelompok yang sebelumnya belum banyak memahami makna dan nilai Pancasila.

Pertanyaan lain datang dari Rina, yang menanyakan bagaimana cara mengamalkan butir-butir Pancasila dalam kehidupan masyarakat saat ini maupun untuk menghadapi masa depan. Narasumber menjelaskan bahwa nilai Pancasila mencakup prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan atau permusyawaratan, serta keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dengan kehidupan masyarakat dan budaya setempat.

Menurut penjelasan narasumber, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokratis. Karena itu, nilai kemanusiaan, persatuan dan demokrasi perlu dijunjung untuk membangun kehidupan masyarakat serta menghasilkan proses kepemimpinan yang sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menyampaikan sejumlah masukan. Di antaranya meminta agar Sosialisasi Empat Pilar lebih banyak melibatkan pemuda kampung, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk mencegah munculnya pemahaman maupun gerakan sosial yang bertentangan dengan nilai-nilai Empat Pilar. Peserta juga mendorong adanya pembentukan kampung dan warga sadar Empat Pilar sebagai bagian dari keberlanjutan pendidikan kebangsaan di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi dapat mendorong penerapan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.