Maluku Utara, kabarsenayan.com. — Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Maluku Utara, Ir. Namto Roba SH., mendapat tanggapan dari beberapa orang peserta dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilaksanakan di STPK Banau. Acara yang berlangsung kondusif ini, dilaksanakan pada tanggal 9 Pebruari 2026, bekerjasama dengan : Fakultas Agrobisnis Kampus STPK Banau, dihadiri 150 orang peserta.
Dalam dialog itu, peserta atas nama Ridwan: “Mengapa 4 pilar kebangsaan itu penting dan bagaimana menerapkan 4 pilar tersebut untuk generasi yang akan datang?” Jawaban Narasumber: Tentunya 4 Pilar sangatlah penting bagi kita dalam bernegara dan berkewarganegaraan. Agar seluruh rakyat Indonesia dapat merasa aman, nyaman, tentram, sejahtera dan juga terhindar dari segala gangguan atau bencana yang dapat menimpa. Penerapannya melalui cinta Indonesia, mematuhi peraturan yang ada di negara juga dan juga bantu negara untuk mengangkat nama baik negara Indonesia”.
Fikri mengajukan pertanyaan ” Apakah menurut bapak sosialisasi empat pilar dapat mencegah penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintah di Tingkat Pusat sampai daerah?”. Menurut Namto Roba: “Saya sendiri memiliki keyakinan bahwa apapun bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh aparatur negara dan politisi akibat dari rendahnya moralitas, dan karakter yang rapuh. Untuk itu, sosialisasi empat pilar sebagai upaya untuk kita kembali mengingatkan, berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk dapat membentuk karakter dan citra diri yang kuat sebagaimana nilai-nilai Pancasila dan budaya masyarakat setempat. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila sudah tentu kita memiliki karakter yang jujur, adil, bermasyarakat, dan bertaqwa terhadap yang maha pencipta. Kita diajarkan untuk tidak mengambil putusan secara sepihak melainkan melibatkan semua pihak dalam pengambilan keputusan, berpikir untuk kepentingan banyak orang diatas kepentingan pribadi dan kelompok”.
Peserta Yanita menanyakan “Pancasila sebagai ideologi dan pilar utama bangsa Indonesia, kenapa harus disejajarkan dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika?” Menurut Namto “Pancasila adalah Pilar utama Bangsa Indonesia yang tidak bisa dipersamakan ataupun disejajarkan dengan 3 pilar lainnya. Penyebutan 4 (empat) Pilar ini untuk memudahkan dalam rangka sosialisasi saja, sehingga jangan sampai ada yang salah persepsi. Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman agar kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan tetap berpijak kepada nilai-nilai jati diri bangsa yang terdapat dalam empat Pilar Kebangsaan ini. Bagi masyarakat Indonesia, penting kita mengenal empat pilar dalam konteks hari ini dan menjadikan dasar untuk membangun masa depan dan kemajuan daerah”. Dan peserta Fajar menanyakan: “Dewasa ini kita dihadapkan dengan masalah generasi muda yang terjebak dengan masalah asusila dan. Hal ini dapat dilihat dari naiknya tingkat perceraian, kekerasan seksual, pengunaan narkoba dan praktek seksual. Kita membutuhkan solusi memecahkan masalah ini”.
Ir. Namto Roba menjawab, bahwa: “Selaku anggota MPR RI dan Anggota DPD RI, Saya mendukung pemerintah daerah dan pihak terkait dalam melakukan pencegahan berbagai masalah yang mendera generasi muda. Misalnya penggunaan Narkoba di kalangan anak muda, Saya sendiri mendukung dan berkolaborasi dengan pihak BNN dalam meningkatkan edukasi dan pencegahan dengan cara-cara terukur. Selain itu, kita Saya berkolaborasi dengan pihak kementerian agama dan Lembaga keagamaan dalam meningkatkan iman dan karakter dari generasi muda. Kita mendorong sehingga Lembaga Pendidikan formal dan non formal dapat meningkatkan karakter, moral dan ketahanan diri setiap peserta didik untuk tidak terjebak pada kasus yang merusak masa depan mereka”.
Selain itu, peran tokoh agama dan adat sangat penting dalam menciptakan lingkungan social yang mengedepankan nilai-nilai agama, moral dan adat istiadat. Kita berharap pihak kepolisian dengan kewenangan yang dimiliki dapat berperan dalam proses penegakan hukum dan kerja-kerja kolaborasi semua masalah yang terjadi dapat di tekan.