Halbar, kabarsenayan.com. — Mencermati kondisi yang terjadi dalam masyarakat, dapat disimpulkan untuk memperbanyak melakukan Sosialisasi Empat Pilar dengan melibatkan pemuda Kampung, dan melakukan kolaborasi yang lebih jauh dengan masyarakat kampung untuk mencegah lahirnya pemahaman dan gerakan sosial yang bertentangan dengan semangat empat Pilar. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan dari pelaksanaan Sosialisasi empat pilar, yaitu: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR; Membangun semangat nasionalisme dalam diri segenap generasi bangsa; Membangun dan membina persahabatan antar komponen bangsa yang dapat memperkukuh persatuan bangsa; Memahami pentingnya kebhinekaan dalam program budaya dan hidup berbangsa di masyarakat; dan Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan masyarakat memahami serta menerapkan nilai- nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian hal yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan Sosialisasi empat pilar yang dilaksanakan oleh Anggota MPR RI, Ir. Namto Roba SH., dari daerah pemilihan Maluku Utara. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 9 Februari 2026 di Pendopo Rumah Tedeng, desa Tedeng, kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara yang dihadiri 150 peserta.
Pada kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan pemuda desa Tedeng tersebut, Ir. Namto Roba terlibat dialog dengan peserta, yaitu: Jefri : “Bisa dijelaskan mengenai makna Bhineka Tunggal Ika?”. Ir. Namto Roba menjelaskan: “Secara mendalam Bhineka Tunggal Ika merupakan :- Suatu pengakuan atas keberagaman;- Persatuan dalam perbedaan – Landasan toleransi dan keharmonisan – Pilar kebangsaan dan Integrasi Nasional; Sumber dari Kitab Sutasoma. Dan peserta atas nama Lukman menanyakan: “Menurut bapak sosialisasi empat pilar dapat mencegah penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintah di Tingkat Pusat sampai daerah?
Menurut Ir. Namto Roba: “Saya sendiri memiliki keyakinan bahwa apapun bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh aparatur negara dan politisi akibat dari rendahnya moralitas, dan karakter yang rapuh. Untuk itu, sosialisasi empat pilar sebagai upaya untuk kita Kembali mengingatkan, berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk dapat membentuk karakter dan citra diri yang kuat sebagaimana nilai-nilai Pancasila dan budaya masyarakat setempat. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila sudah tentu kita memiliki karakter yang jujur, adil, bermasyarakat, dan bertaqwa terhadap yang maha pencipta. Kita diajarkan untuk tidak mengambil keputusan secara sepihak melainkan melibatkan semua pihak dalam pengambilan keputusan, berpikir untuk kepentingan banyak orang diatas kepentingan pribadi dan kelompok.
Peserta yang bernama Yusuf mengajukan pertanyaan : “Untuk apa kita menggalakan Empat Pilar Kebangsaan?. Ir. Namto Roba: “Keempat pilar kebangsaan ini saling melengkapi harus dipahami serta diamalkan oleh seluruh warga negara untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Sesuai dengan tujuan bangsa kita. Dan peserta Nia menanyakan: “Dewasa ini kita dihadapkan dengan masalah generasi muda yang terjebak dengan masalah asusila dan. Hal ini dapat dilihat dari naiknya tingkat perceraian, kekerasan seksual, pengunaan narkoba dan praktek seksual. Kita membutuhkan solusi memecahkan masalah ini. Jawaban Namto Roba: “Selaku anggota MPR RI dan Anggota DPD RI, Saya mendukung pemerintah daerah dan pihak terkait dalam melakukan pencegahan berbagai masalah yang mendera generasi muda. Selain itu, peran tokoh agama dan adat sangat penting dalam menciptakan lingkungan social yang mengedepankan nilai-nilai agama, moral dan adat istiadat. Kita berharap pihak kepolisian dengan kewenangan yang dimiliki dapat berperan dalam proses penegakan hukum dan pencegahan. Dengan kerja-kerja kolaborasi semua masalah yang terjadi dapat di tekan.